Sabtu, 18 Desember 2010

Tulisan 3


IBU

Coba kita lihat apa yang dilakukan ibu untuk kita,
Sebelum saya sadar, saya menganggap semua yang dilakukan & di kerjakan ibu untuk saya adalah hal yang biasa, sesuatu yang biasa dilakukan seorang ibu itu mudah dan kadang mengangap itu hal yamg sepele bahkan sering kali tidak puas dan semua itu kurang (tidak pernah sempurna).
Semakin beranjak dewasa dan mulai mengerti arti cinta kepada ibu, saya sadar bahwa anggapan itu semua salah besar. Kita lihat apa yang beliau lakukan untuk kita. Tidak perlu berfikir sulit, lihat saja perjuangannya saat beliau mengandung selama 9 bulan, dari situ pun kita sudah merepotkan beliau, tambah lagi yang dilakukan ibu dan yang paling sangat luar biasa istimewa adalah saat ia melahirkan kita ke dunia, ibu mempertaruhkan nyawanya untuk kita.
Tidak hanya berhenti sampai disitu saja,ia masih harus melanjutkan tugasnya, merawat dan memberi kasih sayang agar anaknya menjadi anak yang baik dan menjadi seperti apa yang dia inginkan. Mungkin sampai disitu kita belum menyadarinya dan menghargai tugas-tugasnya, sampai saya tumbuh dewasa saya merasakan rasa cinta yang besar kepada ibu saya.  17 tahun merawat dan menjaga serta memberi kasih sayang kepada saya, tapi belum ada sesuatu yang sedikit saja untuk membalas semuanya. Tambah lagi dosa yang sangat banyak disaat saya berada di masa yang sulit dan masa yang labil, pertengkaran kecil dan kesalah pahaman sering kali terjadi, seorang anak membentak dan ia hanya bisa menangis menahan rasa sakit. Tapi apa ibu berhenti memeberikan kasih sayangnya disitu? Tidak. Ibu masih terus dan tetap menjalankan tugasnya.
Setiap hari setiap pagi ibu mempersiapkan segalanya untuk kita, satu yang ia harapkan agar hari itu menjadi hari yang baik untuk anaknya. Semuanya ia persiapkan untuk kita. Kadang ibu mengeluh tapi dia masih tetap mengerjakan tugasnya. Kenapa ibu tidak pernah bosan? Padahal kita tahu semua yang ia lakukan dan ia kerjakan itu melelahkan dan pasti membosankan. Itulah ibu, melakukan segalanya dengan ikhlas dan selalu tegas menjaga kita, karena ibu takut saat suatu saat nanti beliau pergi dan tidak bisa lagi merawat dan menjaga kita. Saatnya untuk menjadi seorang anak yang tahu balas budi dan mencintai ibu, setidaknya buatlah ibu tersenyum.

Tulisan 2


CERPEN

Aku merasa ayah membangunkan aku malam itu dan mengajakku bercakap-cakap. Sekadar merasa saja, tidak lebih dari itu, bahwa ia hadir lagi di depanku, mengupas kuaci dengan giginya, dan sesekali mendesis karena rasa asin yang menebalkan bibir dan lidah. Kami sering duduk berdua seperti itu. Di atas meja selalu tersedia air teh dalam cangkir besar yang sudah berkali-kali ditambahi dengan air panas. Aku juga makan kuaci dengan cara yang sama dan sesekali mendesis pula seperti yang dilakukan ayah.

Ayah orang yang menyenangkan.

“Berapa nilai ulanganmu tadi siang, Alit?” tanyanya.

“Sembilan puluh.”

“Wah, kamu bisa jadi dokter.”

“Mestinya seratus, yah, sayang aku kurang teliti pada nomer lima.”

“Lain kali harus lebih teliti.”

“Ya, lain kali aku tak akan teledor lagi.”

“Tapi sembilan puluh pun bagus, Alit. Kau boleh punya cita-cita menjadi apa saja dengan nilai sembilan puluh.”

Ayah ingin aku menjadi oarang yang berhasil dan gampang memperoleh duit. Dia sering sekali mengulang-ulang pertanyaan yang sama, “Kamu ingin jadi apa kelak, Alit?” Dan tanpa banyak berpikir aku selalu akan menjawab, Jadi dokter, yah!”

Aku tidak ingat sampai usia berapa aku menjawab seperti itu. Tetapi ketika umurku menginjak tiga belas, rumah kami kena gusur. Waktu itu aku duduk di kelas dua SMP. Dan karena ada persoalan serius dengan penggusuran rumah maka sekolahku agak terganggu. Aku jadi jarang masuk sekolah dan sulit menangkap pelajaran. Beberapa saat kami tinggal di bawah tenda, dan peristiwa ini betul-betul membuat aku kehilangan perhatian terhadap sekolahku.Tentu saja nilaiku jadi buruk.

Nasib serupa dialami oleh para tetanggaku yang semuanya harus angkat kaki dari rumah mereka; mereka meradang seperti hewan yang luka. Para lelaki mengertapkan rahang sehingga wajah mereka tampak seperti patung kayu, dan bola mata mereka berubah jadi nyala api. Para perempuan bahkan sampai melepaskan gaunnya dan berdiri telanjang bulat menghadang buldoser yang menggasak dan merubuhkan rumah-rumah. Tapi amukan buldoser tidak berhenti hanya karena para lelaki berubah menjadi patung kayu dan para perempuan menanggalkan gaun mereka. Kami tetap harus meninggalkan kampung kami.

Wajah ayah kelihatan lebih muram dari biasanya, tetapi ia tidak pernah menjadi sangat marah. Ia tidak meledak-ledak seperti tetangga yang lain. Ayah seperti sebuah permukaan telaga yang menyimpan arus, dan aku tidak bisa menduga apa yang berkecamuk dalam dadanya. Ia mengingatkan ibu agar tidak usah ikut-ikutan telanjang.

“Bagus mana tanah kita ini dengan yang dijanjikan sebagai pengganti, yah?” tanyaku.

“Kamu tahu kenapa para perempuan itu rela menelanjangi tubuh mereka?” ia balas bertanya

“Karena mereka tak mau pindah,” jawabku. “Kita semua tak mau pindah. Bukankah begitu?”

“Ya, karena tak mau pindah.”

“Apakah karena tanah pengganti itu lebih buruk?”

Ayah hanya mendengus. Aku pura-pura paham arti dengusannya.

“Kalau begitu, kenapa engkau melarang ibu telanjang?” desakku.

“Karena mataku tak bisa melihatnya, Alit. Saru! Tidak pada tempatnya perempuan mencopot baju di tanah lapang.”

“Tapi bukankah penggusuran itu harus ditentang, yah? Rumah kita tak boleh dirobohkan seenaknya.”

“Penggusuran memang harus ditentang. Tapi kau pikir ada cara untuk menghadang laju buldoser?”

Buldoser memang tak bisa dihadang. Kata ayah, karena ia tak punya perasaan. Ayah percaya bahwa tiap-tiap manusia menggenggam nasibnya masing-masing. Karena itu ia tidak terlalu bersedih. Ayah tidak terperangkap dalam kemarahan dan rasa sedih yang berkepanjangan dengan peristiwa apa pun yang menimpa kami. Apa yang harus digugat jika segalanya sudah tergambar dalam garis tangan setiap orang? Rasa sedih yang berkepanjangan, menurut ayah, sama halnya dengan memprotes keputusan Tuhan.

“Apakah Tuhan tak suka diprotes?” tanyaku.

“Pak lurah saja pun tak suka,” kilahnya.

Kampung kami akhirnya tercerai berai.Tetangga-tetangga menempati tanah ganti rugi yang terpisah-pisah. Kampung kami menjadi kosong sama sekali setelah beberapa saat dilalui suasana yang hiruk-pikuk, tegang, dan penuh teriakan marah. Ayah terus-menerus mengingatkan aku agar jangan pernah mengumpat dam menyesali nasib, bahkan untuk nasib yang paling buruk sekalipun.

Beberapa minggu setelah kami tinggal di bawah tenda, ayah kemudian memboyong kami pindah ke rumah kakek. Ada sedikit kerepotan pada hari ketika kami mulai angkut-angkut barang. Adikku yang paling kecil sakit, sedangkan yang nomer dua kehilangan kucing kesayangannya. Ia tak mau pindah kalau tidak bersama kucing itu.

“Nanti di rumah kakek kita piara lagi seekor kucing,” bujuknya pada adikku.

Adikku tetap sulit dibujuk. Ia merajuk saja sepanjang malam, sampai akhirnya kecapaian dan tertidur di luar tenda. Ayah membawanya masuk untuk menghindarkannya dari udara malam yang penuh uap air.

“Kau pasti akan suka di tempat kakek, Alit,” katanya padaku.

“Mungkin saja. Asal nenek tidak terlalu cerewet.”

“Nanti ayah akan bikin rumah di pekarangan sebelah yang masih kosong. Kemudian di belakang rumah, kita bangun kandang ayam. Heh, kau lihat, Alit! Di bumi Tuhan ini kita tidak bakal terlantar. Jadi jangan pernah mengumpat. Berterikasih sajalah untuk rasa sedih dan rasa bahagia. Semua itu rahmat.”

Pada saat itu, aku tidak tahu ayah masih mengharapkan aku jadi dokter atau tidak. Ia sudah tidak menanyaiku lagi. Mungkin pertanyaan itu ia simpan dalam hati.

Rumah kakek jauh sekali dari sekolahku. Karenanya aku pindah sekolah di tempat yang lebih dekat. Ada satu persoalan yang muncul kemudian dengan sekolahku yang baru, aku selalu merasa bahwa sekolahku yang belakangan jauh lebih buruk dari sebelumnya. Kepada ayah aku bilang, sekolah yang dulu lebing menyenangkan, orang-orangnya ramah, dan guru-gurunya semuanya baik. Tapi, kendati banyak keluhanku di sekolahku yang baru, aku bisa lulus juga.

Setelah tamat SMP, aku masuk SMA dan berusaha memperoleh kembali nilai-nilai yang bagus. Aku belajar begitu tekun. Tetapi, buldoser-buldoser seperti setan jahat yang dikeluarkan dari neraka. Mereka memburuku terus-terusan dan sekali lagi menggusur kami ketika aku tengah siap-siap menghadapi ujian akhir. Pekarangan rumah kakek yang kami tempati di minta untuk pelebaran jalan. Kami kemudian berdesak-desakan di dalam satu rumah dengan kakek dan nenek.

Aku benci sekali tinggal serumah dengan nenek. Kalau siang ia cerewet sekali dan malamnya ia memmperdengarkan suara batuk yang menyayat gendang telingaku. Seolah-olah aku ini tidur dalam hutan dan setiap malam mendengarkan serigala menyalak panjang, dan jika aku terlena aku khawatir serigala itu akan menerkam tengkukku.

Dan ayah tetap seperti telaga yang tenang permukannya.

“Tuhan sangat kaya, Alit,” katanya. Pelan sekali ia bicara namun aku mendengar suara gemuruh seperti pusaran air yang masuk ke dalam palung. Ia seperti bicara untuk dirinya sendiri. Untuk menyakinkan dirinya sendiri.

Kemudian dari waktu ke waktu aku melihat paras muka ayah semakin keruh. Ia masih mengingatkan kami agar tidak menggugat Tuhan atas nasib yang harus kami jalani, tetapi kupikir ia sebenarnya sedang mengingatkan dirinya sendiri agar tidak mengutuki nasib buruk yang mengejar dan mengintainya.

Berlawanan apa yang selalu diucapkannya, ayah menjadi orang yang sangat sedih. Dan kesedihan itu seperti rawa-rawa yang pelan-pelan menenggelamkan semangat hidupnya. Aku melihat tubuh ayah tersedot ke dalam rawa-rawa tersebut, tangannya menggapai-gapai seperti mengharap pertolongan. Ia meninggal sebelum tanganku kuat untuk menariknya keluar dari kubangan kesedihan itu.

Aku sesungguhnya tidak ingin mengingat-ingat seluruh kesedihan itu. Tetapi tiba-tiba saja ayah muncul. Jarum jam di mejaku menunjukkan jam dua malam. Aku betul-betul merasa bahwa ayah membangunkanku dan mengajakku bercakap-cakap. Barang kali istriku yang tidak sengaja menyenggolku. Aku berniat memejamkan mata lagi ketika tiba-tiba sadar bahwa istriku ternyata tidak ada disebelahku.

Ia muncul beberapa saat kemudian membawa segelas besar air putih. Udara malam itu gerah sekali, sebentar lagi hujan turun.

“Aku merasa ayah membangunkanku barusan,” celotehnya sebelum aku sempat membuka mulut. “Dia mengajakku bercakap-cakap. Dan herannya, Alit, kami seperti dua orang yang sudah saling kenal. Padahal, aku ingat, satu kalipun aku belum pernah ketemu dengannya, kan? Ayah sudah lama meninggal ketika kita menikah.”

“Apa katanya?”

“Apa, ya? Ia berpikir sejenak, dan kemudian menyerah. “Tak ada yang bisa kuingat, padahal, tadi begitu jelas kata-katanya. Apa, ya?”

“Sama sekali tak ada yang bisa diingat?”

“Aku sering begini, Alit. Tak bisa ingat sama sekali kepada hal-hal yang barusan kumimpikan.”

Aku ingin bilang kepadanya bahwa aku pun baru saja merasa dibangunkan ayah, tetapi kuurungkan. Kalau kuceritakan, pasti kami tak akan bisa tidur lagi sampai pagi nanti karena aku harus melayaninya ngobrol. Ia akan sangat suka menghubung-hubungkan peristiwa kebetulan yang kami alami malam ini ke arah pembicaraan yang berbau-bau mistik. Kenapa pada saat yang bersamaan kami sama-sama merasa dibangunkan oleh ayah? Untuk menjawab pertanyaan ini, aku tahu, akan dibutuhkan percakapan berjam-jam.

“Sedikit pun tak ada yang bisa kamu ingat?” tanyaku lagi sekenanya.

“Apa, ya? Cuma sedikit dan samar-samar. Kalau tidak salah dia minta kita datang ke rumah dik Bagas dan dik Yuni. Lama sekali kita tidak ke sana.”

Kenapa bisa sama? Ayah juga minta hal yang serupa kepadaku. Tapi kutahan saja, aku tak bilang apa-apa kepada istriku. Akhirnya, kami tidak tidur sampai pagi

Keesokan harinya aku menemui Bagas dan Yuni sepulang dari tempat kerja. Kupikir sangat penting untuk segera ketemu mereka karena ayah berpesan hal sama kepadaku dan istriku. Kedua adikku itu masih tinggal di rumah kakek. Kakek sudah meninggal satu tahun setelah kematian ayah. Kini mereka hanya tinggal bertiga dengan nenek, dan nenek masih batuk-batuk jika malam.

Agaknya penyakit itu tidak tersembuhkan.

“Kuburan ayah hendak dibongkar karena ada proyek jalan arteri,” kata Bagas ketika aku menemuinya. “Kemarin aku terima surat pemberitahuannya. Ia harus dipindah ke tempat lain. Kalau bukan kita sendiri yang memindahkannya, apa boleh buat, hilang kuburan itu.”

Seperti ada burung nasar yang terbang rendah, lalu mencabik-cabik jantung dan hatiku. Aku seperti mendengar roda bolduser berdentam-dentam keluar dari liang neraka, dan terus mengejar ayah. Setiap manusia, seperti kata ayah, memang menggenggam nasib di telapak tangannya. Dan Ayah! Ia terus dikejar-kejar buldoser. Bahkan, sampai tiba waktu baginya untuk beristirahat, ia masih saja dikejar-kejar makhluk itu.

Kuraih surat pemberitahuan yang disodorkan oleh adikku. Kuremas-remas dan kubuang ke selokan. Kabar buruk memang hanya pantas ditempatkan di selokan.***

Tulisan 1


SMA

Sekolah adalah kewajiban seorang anak, selain ditujukan untuk menuntut ilmu, masa-masa sekolah juga berperan dalam membangun karakter, sifat, dan kedewasaan seorang anak.
Berawal dari taman kanak-kanak (TK), kemudian di sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sampai di sekolah menengah atas (SMA).
Disinilah semuanya timbul dan semuanya ada.
SMA adalah tahap seorang anak berganti menjadi seorang remaja (masa puber)
Apa saja yang terjadi di SMA? Dan apa saja pendapat orang tentang SMA?          Coba kita lihat
SMA itu belajar serius menghadapi UN
SMA itu main dan main sampai puas
SMA itu belajar nge-band dan pacaran
SMA itu indah
SMA itu tempat yang tidak tahu menjadi tahu
itu sebagian pendapat beberapa orang tentang SMA , dan masih banyak lagi pendapat pendapat lainnya yang pastinya berbeda-beda.
Dan sekarang coba kita lihat apa saja yang terjadi di SMA
1. ada genk
2. ada cerita cinta SMA
                                                                                       3. ada jiwa seni )
4. ada permusuhan
5. ada menangis
6. ada memberontak
7. ada banyak remaja bisa ber agumentasi atau mempunyai pendapat
Dan banyak lagi yang lainnya
Semua itu sah sah saja terjadi di SMA, karena memang pada dasarnya di usia itu lah masa-masa labil. Dimana kestabilan emosinya masih naik turun hingga akhirnya menemukan titik kedewasaan untuk menjaga sikap untuk menjadi seorang remaja yang baik.
Disini yang biasa terjadi dan yang paling menarik adalah cerita cinta SMA
Semua remaja normal pasti mengalami ini. Ada yang kisah cintanya menyenangkan dan bahagia, ada pula yang kisahnya sedih dan menyakitkan. Dari situ pun kita dapat ambil pelajaran bahwa untuk bisa mendapatkankan kebahagiaan harus pintar memilah agar tidak berdampak buruk nantinya. Dan intinya di masa-masa seperti inilah masa untuk berfikir jernih, luas dan bijaksana dalam segala tindakan agar seorang anak tumbuh menjadi seorang remaja yang baik terutama dalam sikap, prilaku dan tindakan. Dan memang bagaimanapun kata-kata bijak bahwa masa SMA itu indah memang benar adanya.

Rabu, 15 Desember 2010

TUGAS 6


  1. Jelaskan dengan singkat sifat produksi yang anda ketahui!
-          Produksi bersifat nyata dan tidak nyata, seperti barang (nyata) dan jasa (tidak nyata)
-          Bersifat tetap atau konsisten terhadap pembuatan barang atau jasa yang akan di prroduksi.
-          Dapat menambah atau mennciptakan kegunaan (utility) dari suatu barang atau jasa.
-          Membuat suatu barang atau jasa menjadi berguna atau memiliki nilai jual.
  1. Jelaskan secara singkat pengertian produksi secara umum dan secara ekonomis!
Secara umum, produksi adalah upaya atau kegiatan untuk menambah nilai pada suatu barang atau jasa.
Secara ekonomis, produksi adalah proses menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa dengan memanfaatkan atau menggunakan sumber daya yang ada.
  1. Dalam bidang produksi memiliki 5 tanggung jawab keputusan utama. Sebutkan dan jelaskan!
1.       Proses
Bidang produksi bertanggung jawab atas proses pemroduksian, menjamin atas apa yang di produksi prosesnya berjalan lancar dan optimal.
2.       SDM / Tenaga kerja
Tenaga kerja yang baik dan mempunyai kemampuan yang mendukung untuk melakukan pemrosesan dari produksi tersebut.
3.       Kualitas
Kualitas barang yang di produksi sangat diperhatikan dalam bidang pruduksi, kualitas yang bagus akan menjadikan nilai harga jual barang meningkat atau tinggi diterima baik di pasar.
4.       Fasilitas
Untuk mendapatkan kualitas yang baiik, bidang produksi bertanggung jawab atas fasilitas yang harus di sediakan secara maksimal dan sesuai kebutuhan untuk di proses menjadi barang produksi yang baik dan berkualitas.
5.       Kemaksimalan / kemampuan
Kemampuan atau kapasitas dari sistim produksi  tersebut dalam menjalankan produksinya. Keputusan yang tepat ditentukan oleh besarnya fasilitas yang di bangun untuk mencapai kemaksimalan.

TUGAS 5


  1. Sebutkan perbedaan dari manajemen dan organisasi !
-          Organisasi sebagai alat atau tempat sekelompok orang dalam atau untuk mencapai tujuan tertentu.
-          Manajemen lebih mengarah pada pengelolaannya untuk mencapai suatu tujuan.
-          Organisasi itu lebih cenderung kepada kelompok dengan suatu tujuan, biasanya mempunyai identitas atau nama dari organisasi itu sendiri. contoh: FPI, FBI, dll
  1. Mengapa manajemen selalu di butuhkan dalam setiap aktifitas kita? Jelaskan!
Manajemen dibutuuhkan dalam aktifitas kita karena; kita membutuhkan perencanaan agar tujuan dapat dicapai efektif dan sesuai dengan yang di rencanakan. Dan untuk alat pengontrolan diri & sumber daya untuk mencapai ssasaran atau tujuan. Dan juga tugas yang ada dalam kehidupan kita dapat trecapai secara efisien, benar, dan terorganisir.
  1. Apa yang dimaksud dengan manajer yang efisien dan manajer yang efektif?
-          Manajer  yang efektif adalah manajer yang memilih tujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian pilihan atau cara dalam memanagenya untuk mendapatkan pencapaian yang maksimal dan benar.
-          Manajer yang efisien adalah manajer yang menggunakan sumber daya secara minimum agar mencapai hasil yang optimum. Contoh: dalam mengelola sebuah tugas, cara A membutuhkan waktu 5 jam sedangkan cara B membutuhkan waktu 2 jam, maka cara B lebih efisien dengan kata lain menggunakan cara yang optimal, benar, dan tepat.
  1. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi dalam dirimu?
-          Faktor internal, dari dalam diri kita terdapat ambisi yang kuat untuk mencapai suatu tujuan.
-          Faktor eksternal seperti sindiran dari seseorang atau perkataan seseorang sehingga timbul motivasi.
-          Faktor karena belum memiliki atau mendapatkan apa yang kita inginkan atau di cita-citakan.

Jumat, 19 November 2010

TUGAS 4

INSIA FATWA
1 EB03
NPM: 23210556

1. Merek
Merek adalah suatu {lambang} berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa.

2. Nama merek
Nama merek menurut teorinya bisa menimbulkan dua asosiasi dalam benak konsumen, yaitu asosiasi tentang nama itu sendiri (terlepas dari merek yang diberi nama) dan asosiasi-asosiasi yang dipelajari konsumen untuk dikaitkan dengan nama merek itu dalam penggunaannya sebagai nama merek. Dalam pilihan nama merek, pemasar umumnya menyetujui atau menolak sebuah nama atas dasar asosiasi yang ditimbulkan nama tersebut saat itu.

3. Logo
Logo merupakan suatu bentuk gambar atau sekedar sketsa dengan arti tertentu, dan mewakili suatu arti dari perusahaan, daerah, perkumpulan, produk, Negara, dan hal-hal lainnya yang dianggap membutuhkan hal yang singkat dan mudah di ingat dari nama sebenarnya.


4. Merek dagang
Merek dagang adalah istilah, nama, sebutan, atau ciri khas suatu barang dagangan yang membedakan dengan barang-barang lain (meskipun sejenis). Dalam Pasal 1 ayat 2 UU Merek tahun 2001 disebutkan, “Merek dagang adalah merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya”. Dari segi ukuran, bentuk, dan warna merek dagang memiliki ciri tertentu, dalam artian tidak dimiliki persis oleh barang lain.
5. Hak cipta
Hak Cipta adalah hak khusus yang diberikan negara kepada pencipta untuk mengumumkan atau memperbanyak hasil ciptaannya dalam bidang Ilmu Pengetahuan.

Rabu, 10 November 2010

TUGAS 3

TUGAS 3

  • Franchise
Franchise (waralaba) adalah suatu strategi pengembangan komersial produk, jasa atau teknologi yang berdasarkan kerjasama yang erat dan berkesinambungan antar perusahaan baik secara hukum maupun finansial, yang independen, yaitu franchisor (pemberi waralaba) dan franchisee ( penerima waralaba).

  • Franchisor
Franchisor(pemberi waralaba) memberikan kepada franchisee hak untuk menggunakan kekayaan intelektual yang dimilik franchisor dan berkewajiban mematuhi peraturan yang berlaku.
franchisor harus memiliki konsep « know how » yang sudah diuji coba dan teruji keberhasilannya di pasar. Tujuannya adalah untuk mempercepat perkembangan jaringan franchisor dibanding bila pemberi laba melakukan pengembangan bisnisnya sendiri.
  • Franchisee
Franchisee dapat, dalam memberikan kontribusi keuangan/finansial, baik secara langsung dan tidak langsung, menggunakan  merek, « know how », metode dan teknik komersial, prosedur, dsb.
Franchisor adalah pemimpin perusahaan yang harus memiliki keahlian dan kompeten dan menghindari tindakan tanpa pertimbangan matang.
Franchisor akan memberikan asisten komersial dan/atau teknik secara berkesinambungan, sesuai dengan kontrak franchise tertulis.    
  • Dengan kata lain, Bisnis franchise  adalah :
Strategi perusahaan:
a. di mana franchisor mengembangkan jaringan bisnisnya
b. berdasarkan  keberhasilan yang dia miliki, konsep bisnis dan know how
c. Meningkatkan keunggulan jaringan
d. Kerja sama dengan oranisasi/perusahaan lainnya, franchisee lainnya
e. merealisasikan keberhasilan yang sama oleh franchisee
f. dan memanfaatkan bantuan franchisor untuk mencapai tujuan di atas

Strategi perusahaan ini penting:
a. untuk mentrasfer « know how »nya franchisor ke franchisee
b. dalam berbagi peran antara franchisor dan franchisee
c.Peran konstan franchisor dalam menolong/asistensi franchisee
d.bagi Franchisee dalam mengikuti aturan yang berlaku
e. dalam menepati janji yang diberikan kepada konsumen
f. Pembagian keuntungan yang adil
g. Perbandingan yang adil antara kemandirian & keseragaman jaringan





KFC Indonesia Franchise

  PT Fastfood Indonesia Tbk. adalah pemilik tunggal waralaba KFC di Indonesia, didirikan oleh Gelael Group pada tahun 1978 sebagai pihak pertama yang memperoleh waralaba KFC untuk Indonesia. Perseroan mengawali operasi restoran pertamanya pada bulan Oktober 1979 di Jalan  Melawai, Jakarta, dan sukses outlet ini kemudian diikuti dengan pembukaan outlet-outlet selanjutnya di Jakarta dan perluasan area cakupan hingga ke kota-kota besar lain di Indonesia antara lain Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Manado. Keberhasilan yang terus diraih dalam pengembangan merek menjadikan KFC sebagai bisnis waralaba cepat saji yang dikenal luas dan dominan di Indonesia




   Bergabungnya Salim Group sebagai pemegang saham utama telah meningkatkan pengembangan Perseroan pada tahun 1990, dan pada tahun 1993 terdaftar sebagai emiten di Bursa Efek Jakarta sebagai langkah untuk semakin mendorong pertumbuhannya.  Kepemilikan saham mayoritas pada saat ini adalah 79,6% dengan pendistribusian 43,8% kepada PT Gelael Pratama dari Gelael Group, dan 35,8% kepada PT Megah Eraraharja dari Salim Group; sementara saham minoritas (20,4%) didistribusikan kepada Publik dan Koperasi

    Perseroan memperoleh hak waralaba KFC dari Yum! Restaurants International (YRI), sebuah badan usaha milik Yum! Brands Inc., yaitu sebuah perusahaan publik di Amerika Serikat yang juga pemilik waralaba dari empat merek ternama lainnya, yakni Pizza Hut, Taco Bell, A&W, dan Long John Silvers. Lima merek yang bernaung dibawah satu kepemilikan yang sama ini telah memproklamirkan Yum! Group sebagai fast food chain terbesar dan terbaik di dunia dalam memberikan berbagai pilihan restoran ternama, sehingga memastikan kepemimpinannya dalam bisnis multi-branding. Untuk kategori produk daging ayam cepat saji, KFC tak terkalahkan
  
   Memasuki 28 tahun keberhasilan Perseroan dalam membangun pertumbuhannya, posisi KFC sebagai pemimpin pasar restoran cepat saji tidak diragukan lagi. Untuk mempertahankan kepemimpinan, Perseroan terus memperluas area cakupan restorannya dan hadir di berbagai kota kabupaten tanpa mengabaikan persaingan ketat di kota-kota metropolitan. Perseroan baru saja meresmikan pembukaan outlet KFC yang ke 300 di Cireundeu pada bulan Oktober 2007, bertepatan pada bulan yang sama ulang tahun KFC Indonesia yang ke 28. Perseroan mengakhiri tahun 2007 dengan total 307 outlet termasuk mobile catering, yang tersebar di 78 kota di seluruh Indonesia, mempekerjakan total 11.835 karyawan dengan hasil penjualan tahunan di atas Rp. 1,590 triliun

  Produk unggulan Perseroan, Colonel’s Original Recipe dan Hot & Crispy, tetap merupakan ayam goreng paling lezat berdasarkan berbagai survei konsumen di Indonesia. Sebagai produk unggulan lainnya, dalam beberapa tahun ini Perseroan juga menawarkan Colonel Burger, Crispy Strips, Twister, dan yang baru-baru ini diluncurkan, Colonel Yakiniku. Selain produk-produk unggulan ini, KFC juga memenuhi selera lokal dengan menu pilihan lain seperti Perkedel, Nasi, Salad, dan Sup KFC. Untuk memberikan produk bernilai tambah kepada konsumen, berbagai menu kombinasi hemat dan bermutu seperti Super Panas dan KFC Attack terus ditawarkan. Perseroan juga meluncurkan ‘Goceng’, yakni beberapa varian menu seharga Rp. 5.000, untuk semakin menghadirkan penawaran bernilai tambah kepada konsumen dan memberikan sesuatu yang berbeda dari merek KFC.



    Perseroan senantiasa memonitor posisi pasar dan nilai KFC secara keseluruhan, mengevaluasi berbagai masukan dari konsumen untuk meningkatkan kualitas produk, layanan, dan fasilitas yang tersedia di KFC. Semua informasi ini diperoleh melalui survei rutin yang disebut Brand Image Tracking Study (BITS) dan CHAMPS Management System (CMS), yang dilakukan oleh perusahaan survei independen. BITS adalah survei untuk mengetahui persepsi konsumen dan brand image KFC sebagai acuan dari merek utama lainnya di bisnis restoran cepat saji. Hasil dari BITS menunjukkan bahwa KFC secara konsisten masih menempati posisi tertinggi di benak konsumen untuk ‘Top of Mind Awareness’, dibandingkan dengan merek utama lainnya. CMS adalah survei untuk menilai langsung kualitas produk, layanan, dan fasilitas yang tersedia di KFC, dibandingkan dengan yang diharapkan

  Kinerja Perseroan dalam pertumbuhan penjualan same store menjadikannya salah satu KFC franchise market terbaik di Asia dengan pertumbuhan rata-rata 8,5% pada tahun 2007 dan akan terus mempertahankan posisi ini. Pengembangan merek yang kontinu melalui strategi pemasaran yang inovatif, keunggulan operasional, dan pertumbuhan dua digit yang konsisten dalam penjualan dan pengembangan restoran, telah menganugrahi Perseroan berbagai penghargaan dari Asia Franchise Business Unit  dari Yum! Restaurants International

  Perseroan berkomitmen tinggi untuk mempertahankan visi kepemimpinan dalam industri restoran cepat saji, dengan terus memberikan kepuasan ‘Yum!’ di wajah konsumen. Dukungan dari para pemegang saham, keahlian manajemen yang terbina baik, dedikasi dan loyalitas karyawan, dan yang terpenting adalah kontinuitas kunjungan konsumen, memastikan Perseroan dapat mencapai visi ini. Perseroan percaya bahwa dengan menciptakan dan mengembangkan budaya yang mendalam dan kuat dimana setiap karyawan memberikan perbedaan, menghidupkan ‘Customer and Sales Mania’ di restoran-restoran KFC, memberikan perbedaan merek KFC yang sangat kompetitif, menjalin kesinambungan proses dan hubungan antar karyawan, dan meraih hasil-hasil yang konsisten, akan secara pasti membangun KFC bukan saja menjadi merek yang paling digemari di Indonesia, juga KFC sebagai sebuah perusahaan yang hebat.

  Dan dari artikel di atas dapat disimpulkan bahwa KFC adalah salah satu contoh dari waralaba indonesia yang sukses berkat kiat dan kinerja dari para pekerjanya maupun pemiliknya itu sediri, mereka kreatif dalam hal memasarkan produk-produk mereka sehingga para konsumen pun tertarik dan membelinya. tidak hanya itu mereka pun masih bisa bertahan sampai sekarang dan brsaing dengan produk-produk makanan siap saji yang lainnya, dengan harga yang terjangkau tetapi masih bisa memberi produk yang bermutu baik.

( sumber: google & kfc indonesia )

Nama Anggota (1eb03) :
  •  Nurika Mayang 25210171
  •  Berliana Qorri 21210388
  •  Insia Fatwa 23210556